Pengetahuan Tentang Batu AlamPENGETAHUAN TENTANG BATU ALAM DAN PENGERTIANNYA

Pengetahuan tentang batu alam – Batu alam adalah : semua bahan yang menyusun kerak bumi dan merupakan suatu agregat mineral-mineral yang telah mengeras akibat proses secara alami seperti, membeku, pelapukan, mengendap dan adanya proses kimia.

Unsur-unsur yang membentuk batuan yang merupakan lapisan (kerak) luar bumi :

– Oksigen (O2) : 49,4 %
– Silisium (Si) : 25,4 %
– Aluminium (Al) : 7,5 %
– Besi ( Fe ) : 4,7 %
– Kalsium (Ca) : 3,4 %
– Natrium (Na) : 2,6 %
– Kalium (K) : 2,4 %
– Magnesium (Mg) : 2,0 %

SEJARAH PENGGUNAAN BATU ALAM

Orang Mesir kuno adalah peradaban pertama yang membuat, mengolah dan membangun dengan batu alam. Mereka membangun sebagian besar monumen mereka dari granit dan batu kapur. Salah satu menumen tersebut adalah  The Great Pyramid of Cheops yang dibangun dari blok batu kapur besar sekitar 2560 SM.
Selanjutnya bangsa Yunani juga menggunakan batu alam dalam pembangunan kuil. Mereka membangun Kuil Artemis dengan bahan batu marmer. Bukan hanya kuil Artemis, bangsa yunani juga memangun berbagai monumen menggunakan marmer, seperti parthenon, Theseum, dan kuil Zeus.
Penggunaan batu alam juga dapat dilihat dari peninggalan suku maya. mereka menggunakan batu alam dalam membangun kuil, monumen dan patung. Dari peninggalan-peninggalan tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan batu alam telah dimulai jauh sebelum masehi.

SIKLUS TERBENTUKNYA BATU ALAM

Bagaimana proses terjadinya siklus batuan? Secara umum penjelasan siklus batuan berawal dari magma yang mengkristal menjadi batuan beku, lalu mengalami pelapukan dan erosi menjadi sedimen, yang terus mengendap menjadi batuan sedimen, kemudian terkena tekanan dan panas bumi menjadi batuan metamorf, yang akhirnya meleleh menjadi magma lagi.

Berikut akan dijelaskan siklus batuan di tiap langkah-langkah proses dari awal sampai akhir beserta pembahasan lengkap dan detail.

  • Magma Mengkristal dan Membeku

Proses pertama proses terjadinya siklus batuan terjadi saat magma mengkristal. Magma merupakan sumber utama batuan yang ada di permukaan bumi. Setelah itu magma akan membeku dan mengkristal di gunung berapi saat mengalami erupsi.

Magma yang keluar saat erupsi dan sampai ke permukaan bumi dikenal dengan sebutan magma ekstrusif. Magma yang keluar akan membeku dan kemudian akan berubah menjadi batuan beku. Jenis-jenis batuan beku pun banyak ditemui di sekitar gunung berapi.

  • Batuan Beku Mengalami Pelaupukan dan Erosi Menjadi Sedimen

Setelah kristalisasi magma, proses kedua dalam siklus batu-batuan adalah pelapukan batuan. Proses ini terjadi saat batuan beku mengalami pelapukan karena pengaruh berbagai hal seiring berjalannya waktu. Perubahan cuaca menjadi faktor utama pelapukan batuan beku.

Batuan beku yang berada di permukaan bumi mengalami pelapukan lebih cepat karena sering terkena hujan, angin dan panas matahari. Sementara batuan beku yang tidak ada di permukaan bumi juga akan melapuk, meski jangka waktunya lebih lama.

Proses siklus batuan berikutnya adalah erosi. Pengertian erosi adalah proses pengikisan padatan yang merupakan akibat dari interaksi air, udara dan hujan serta es. Pada siklus batuan, erosi terjadi setelah batuan mengalam proses pelapukan. Proses erosi dibantu oleh air yang akan menyingkirkan material hasil pelapukan ke wilayah lain.

  • Endapan Material Menjadi Batuan Sedimen

Berikutnya akan terjadi proses pengendapan pada batuan. Material yang terangkut air hasil pelapukan dan erosi akan berkumpul pada satu tempat secara terus menerus. Akhirnya material tersebut akan mengendap hingga menimbulkan tumpukan material dalam satu titik.

Endapan dari hasil pelapukan batuan beku itu akan mengeras dan terus menumpuk. Lama kelamaan endapan batuan tersebut akan membentuk batuan sedimen atau batuan endapan. Ketika ada air atau molekul lain yang masuk, butir batuan sedimen akan semakin terikat lebih erat satu dengan yang lain.

  • Batuan Sedimen Menerima Tekanan dan Panas Bumi Menjadi Batuan Metamorf

Batuan sedimen awalnya akan berada di bawah permukaan bumi, namun lama kelamaan akan mengalami proses pengangkatan lalu akan terkubur dan bergerak semakin dalam. Hal ini membuat batuan tersebut menerima tekanan dan energi panas bumi yang meningkat.

Batuan sedimen kemudian akan berubah menjadi batuan jenis lain yaitu metamorf karena pengaruh tekanan dan suhu tinggi tersebut. Sementara itu sebagian dari batuan sedimen juga bisa melapuk karena waktu. Hasil pelapukannya mengendap dan mengeras. Yang menghasilkan batuan sedimen jenis baru.

  • Batuan Metamorf Meleleh Menjadi Magma

Proses terakhir pada siklus batuan adalah kembali ke magma. Batuan metamorf atau malihan juga mengalami pelapukan dan kembali berubah menjadi batuan sedimen. Struktur yang berbeda juga membuat batuan metamorf akan meleleh dan kembali menjadi magma.

Magma yang membeku lalu mengalami pelapukan diikuti dengan erosi dan pengendapan hingga terbentuknya sedimen dan metamorf. Proses siklus batuan ini akan terus berulang, dari awalnya adalah magma hingga kemudian kembali berubah menjadi magma lagi.

JENIS JENIS BATUAN ALAM

* MENURUT PROSES KEJADIANNYA :

A. Batuan Beku

Batuan Beku, adalah batuan alam  yang terjadi karena magma yang berasal dari inti bumi  mendapat tekanan dalam  keadaan panas sekali dan keluar dalam bentuk cair ke permukaan bumi. Karena pengaruh udara dingin, cairan ini membeku menjadi batu. Batuan ini biasanya berupa batu gunung yang massif dan tebal lapisannya. Contoh batuan beku adalah : obsidian, perlit, Andesit, basalt, dll.

B. Batuan Sedimen

Batuan Sedimen (batuan lapisan/endapan), yaitu  batuan yang terbentuk karena  pengerasan, pengaruh cuaca, terbawa arus sungai kemudian
terendapkan pada dasar sungai, danau atau laut. Contoh batuan sedimen adalah :
kapur (batu gamping), batu bara, batu karang, dll.

C. Batuan Metamorf

Batuan metamorf ( batuan alihan/batuan ubahan), yaitu batuan
sediment yang terkena pengaruh panas dan tekanan yang cukup Besar sehingga terjadi perubahan pada bentuk dan komposisi. Contoh batuan metamorf adalah : batu bara menjadi intan, batu
marmer, batu sabak, antrasit, dll.

D. Batuan Robohan

Batuan Robohan, yaitu semacam batuan lapisan yang terdiri dari
bermacam mineral kontak. Contoh : pasir, kerikil, batu kali, batu  cadas, batu paras, dll.

* MENURUT PENGGUNAANYA DALAM BANGUNAN :

A.  Batu Gamping (termasuk batuan sedimen)

– Secara kimia batu gamping terdiri atas kalsium karbonat  (CaCO3).   Selain kalsium karbonat, di alam juga sering dijumpai  batu gamping yang   mengandung magnesium.
– Batu gamping ada yang bersifat padat, keras dan massif. Ada  juga batu gamping yang bersifat porous.
– Pada umumnya  deposit batu gamping ditemukan dalam bentuk  bukit. Oleh sebab itu teknik penambangannya dilakukan dalam  bentuk tambang terbuka.
– Batu gamping yang dikalsinasi ( dipanaskan pada suhu 600°C  –  900°C) akan menjadi kapur tohor dan kapur padam. Kapur ini  digunakan sebagai bahan perekat hidrolis pada adukan/spesi.  Batu gamping juga merupakan bahan baku pembuatan semen  Portland.

B.  Dolomit

– Terjadi karena proses peresapan unsure magnesium dari air laut ke dalam batu gamping
– Berfungsi seperti batu gamping.

C.  Marmer

– Merupakan hasil metamorfose dari batu gamping.
– Bersifat tahan terhadap cuaca, mudah dikerjakan, tidak tahan asam.
– Digunakan untuk pelapis dinding  dan lantai

D.  Gipsum

– Ditemukan dalam bentuk lembaran pipih, kristal, serabut di daerah batu gamping.
– Gipsum hasil penambangan diolah dengan cara dipanaskan sehingga berbentuk tepung gips.
– Digunakan untuk bahan tambah semen portlad, untuk plafond dan partisi.

E. Tras

– Disebut juga sebagai posolan, terbentuk dari batuan vulkanik yang banyak mengandung feldspar dan silika seperti andesit dan granit yang telah mengalami pelapukan lanjut. Akibat proses pelapukan feldspar akan berubah menjadi mineral lempung/kaolin dan senyawa silika amorf.
– Bila dicampur dengan kapur tohor dan air akan mempunyai sifat seperti semen.
– Digunakan sebagai bahan pengikat pada adukan, tras dapat dicetak untuk membuat batako.

F. Batu Andesit dan Basalt

– Merupakan jenis batuan beku luar (hasil pembekuan magma di permukaan bumi).
– Bersifat massif, keras, tahan terhadap hujan, mempunyai berat jenis 2,3-2,7, kuat tekan 600 – 2400 kg/cm2.
– Digunakan untuk pondasi, penutup lantai, dinding. Apabila dipecah/dihancurkan dengan palu atau crusher dengan ukuran tertentu menjadi batu pecah (kerikil) dan pasir yang digunakan untuk bahan campuran beton dan  jalan.

G.  Pasir Gunung Api

– Merupakan bahan lepas berbentuk butiran pasir yang dihasilkan pada saat gunung api meletus. Pada saat turun hujan di puncak gunung, maka tupukan pasir akan lonsor terbawa air ke sungai.
– Digunakan sebagai bahan pengisi pada campuran beton, adukan, dll.

H.  Granit dan Diorit.

– Merupkan batuan beku dalam yang terjadi dari proses pembekuan magma di dalam kulit bumi.
– Bersifat keras, tahan cuaca dan asam, sukar dikerjakan, mempunyaikuat tekan 1000 – 2500 kg/cm, dengan berat jenis 2,6 – 2,7.
– Digunakan untuk pelapis dinding dan lantai.

SIFAT-SIFAT FISIK BATU ALAM DAN PENGUJIANNYA

A. Sifat Fisik batu alam untuk bangunan

– Mempunyai kuat tekan dan kuat lentur yang tinggi
– Keras dan tidak mudah hancur
– Daya serap air relative kecil
– Tahan terhadap pengaruh cuaca
– Tahan terhadap keausan

B. Pengujian Batu Alam, meliputi :

– Analisa Petrografi, analisa batuan secara mikroskopis untuk mengetahui jenis, tekstur, struktur komposisi mineral dan nama batuan.
– Analisa kimia, analisa batuan secara kimia untuk mengetahui komposisi kimia batuan.
– Analisa defraktometer sinar X, digunakan pada batuan yang berbutir sangat halus seperti tanah liat untuk mengetahui unsur kimianya.
– Analisa besar butir, dilakukan dengan cara diayak menggunakan ayakan berjenjang yang mempunyai ukuran tertentu.
– Analisa berat jenis (bulk density), dilakukan dengan cara : batuan dipanaskan dalam oven pada suhu 100°C selama 24 jam, kemudian   di dinginkan pada  suhu kamar. Batuan ditimbang beratnya dan diukur volumenya.
– Berat jenis batuan diperoleh dengan membagi berat dengan volume.
– Pengujian Daya serap air pada batuan.
– Pengujian ketahanan  batuan terhadap pelapukan.
– Pengujian ketahanan batuan terhadap keausan.
– Pengujian Kuat Tekan Bebas. Untuk mencegah kerusakan konstruksi akibat beban yang bekerja, maka agregat harus cukup kuat menahan tekanan. Kuat tekan batuan adalah kemampuan batuan dalam menahan beban yang diberikan sehingga batuan tersebut pertama kali mengalami deformasi.

Demikian lah artikel pengetahuan tentang batu alam yang dapat kami sampaikan.

Terima Kasih.

Baca juga Harga Batu Alam Terbaru 2016

Bagikan:

1 Komentar

Krystle · pada

Your internet site has exceptional web content.
I bookmarked the website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *